Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2013

Prosedur Penatalaksanaan Fisioterapi pada Frozen Shoulder

PROSEDUR PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA NYERI DAN HIPOMOBILITAS SENDI BAHU AKIBAT IDIOPATHIC FROZEN SHOULDER (PERIARTHRITIS HUMEROSCAPULARIS)

    PENGERTIAN
  1. Idiopathic frozen shoulder adalah kekakuan kapsul sendi bahu dalam capsular pattern oleh sebab-sebab yang tidak diketahui
  2. Tak jelas penyebabnya, nyeri bahu dan keterbatasan gerak sendi capsular pattern
  3. Wanita/pria usia 45-60 tahun 
  4. Dapat didahului oleh cidera m.supra spinatus, bursitis. 20% diabetes mellitus dengan patologi bilateral

    ASSESSMENT
  1. Keluhan utama kaku dan nyeri bahu tak jelas sebabnya
  2. Keluhan tangan tidak bisa kebelakang punggung karena nyeri dan kaku
  3. Nyeri jenis pegal pada bahu dan lengan atas disertai kaku gerak kesegala arah
  4. Nyeri meningkat bila gerak bahu mencapai lingkup gerak tertentu dan berkurang bila diposisikan pada posisi istirahat
  5. Pada Inspeksi tampak Posisi girdle sedikit lebih tinggi/asimetri dan posisi glenohumeral joint pada posisi istirahat atau MLPP

Tes cepat
Abduksi elevasi bahu terjadi gerak "reverse humerosccapular rhythm"

Tes gerak aktif
Gerak glenohumeralis terbatas kesegala arah dimana gerak scapula mengkompensasi gerak humerus yang nyeri dan terbatas. Gerak protraksi-retraksi dan elevasi-depresi normal atau berlebihan.

Tes gerak pasif
Gerak glenohumeralis terbatas firm end feel, dalam pola keterbatasan capsular pattern, dan pada ROM penuh nyeri sampai lateral lengan atas

Tes gerak isometric
Tidak bermakna kecuali bila ada strain atau tendinitis otot "cuff"

Tes khusus
1. Joint play movement: traksi pada ahir gerak nyeri dan terbatas firm end feel
2. Joint play movement: translasi pada akhir ROM nyeri dan terbatas firm end feel

Palpasi : teraba spasme otot-otot bahu.
Contract relax stretched test terbatas dan nyeri sedikit berkurang pasca kontraksi

Pemeriksaan lain
Data medic dan data lain yang relevan.
Untuk menegakkan diagnosisnya, diperlukan pemeriksaan seperti laboratorium bila dicurigai ada diabetus melitus, ’X ray’ bila dicurigai ada bursitis clcarea atau dislokasi, atau infiltrasi neoplasma.


    DIAGNOSIS

    Nyeri bahu hingga lengan atas dan hypomobility non capsular pattern akibat idiopathic frozen
    shoulder

    PERENCANAAN
  1. Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi dan hasil yang diharapkan
  2. Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi fisioterapi
  3. Perencananaan intervensi secara bertahap

    Indikasi :
    Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus idiopathic frozen shoulder telah ditegakkan

    Kontra indikasi :
    Fraktur, Dislocation, Infiltrasi neoplasma, Osteoporosis berat, dan Shoulder hand syndrome

    INTERVENSI
  1. SWD (sort wave diathermy)/US (ultra sound):
  2. US continous 1,5-2 watt/cm2 5-7 menit untuk aktualitas rendah
  3. SWD Continous thermal untuk aktualitas rendah, waktu 10-12 menit

    Joint mobilization :
  1. Traksi osilasi pada MLPP
  2. Traksi pada pembatasan ROM
  3.  Translasi pada pembatasan ROM
  4. Codmann pendular exercise
  5. Latihan mobilisasi bahu dengan dan tanpa alat (shoulder wheel, overhead pulley, dll).


EVALUASI

Pengukuran tingat nyeri, ROM dan fungsi lengan.

     LAMPIRAN
  1. Formulir prosedur asuhan fisioterapi neuromuskuloskeletal.
  2. Formulir Rekam Medik Rumah Sakit / Klinik.
  3. Formulir laporan harian.
  4. Formulir pengukuran ROM.
  5. Formulir pengukuran nyeri.


REFERENSI :

Butler, DS, Mobilization of the nervous system, Churchill Livingstone, Lodon, 1991.
Cook CE, Osthopaedic Manual Therapy, Pearson Prentice Hall, New Jersey, 2007
Goodmann & Boissaunnault, Pathology implication for physiotherapy. WB Saunders co, London, 2000.
Helting D & Kessler RM, Management of common musculoskeletal disorder, ippincott Williams and Wilkins, Philadelphia, 2006.
Makofsky HW, Spinal Manual Therapy, Slack inc, NJ USA, 2003
Meadows JTS, Orthopaedic Differential Diagnosis in Physisal therapy, Mc Graw-Hill, NY, 1999.

Rabu, 16 Mei 2012

Nyeri Lutut

Sendi lutut memiliki otot dan tendon dengan ukuran yang berbeda. peradangan sendi, keseleo, atau peregangan tendon-tendon dan ikatan-ikatan robekan kecil dalam otot biasanya menyebabkan nyeri lutut atau ketidaknyamanan pada saat digerakkan.
  • Osteoartritis (OA) Pada Lutut
OA lutut paling sering ditemukan pada penderita usia lanjut karena merupakan suatu penyakit degenerasi. OA adalah peradangan sendi yang bersifat kronis dan progresif disertai kerusakan tulang rawan sendi berupa deisintegrasi(pecah) dan perlunakan progresif permukaan sendi dengan pertumbuhan tulang rawan sendi (osteofit) di tepi tulang.
  • Gejala
  1. Sendi kaku dan nyeri apabila digerakkan
  2. Bengkak adanya peradangan pada persendian
  3. Kemerahan
  4. Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian
  5. kesulitan menggunakan persendian
  6. bunyi pada setiap persendian (krepitus). Gejala ini tidak menimbulkan rasa sakit, hanya saja rasa tidak nyaman pada persendian.
  7. Perubahan Bentuk tulang
  • Faktor Penyebab OA
  1. Usia diatas 50 tahun
  2. Wanita lebih Rentan dibandingkan dengan pria
  3. Kegemukan
  4. Riwayat imobilisasi
  5. Riwayat trauma atau radang persendian
  6. Stres pada sendi yang berkepanjangan. Misal: olahragawan
  7. Adanya kristal pada cairan sendi atau tulang rawan
  8. Densitas tulang yang tinggi
  9. Neuropati perifer
  10. Ras,Keturunan, Metabolik.
  • Tujuan Fisioterapi Pada Penderita OA
  1. Mengurangi atau menghilangkan rasa sakit
  2. Memperbaiki fungsi lutut
  3. mengembangkan strategi menghadapi nyeri
  4. Mencegah terjadinya rasa nyeri kembali dengan merubah gaya hidup
  5. Mencegah agar penyakit tidak bertambah parah.
  • Beberapa tips untuk penderita nyeri lutut
  1. Hindari menekuk lutut dengan sudut kurang dari 90 derajat.
  2. Hindari naik turu tangga
  3. Hindari berlutut dan jongkok
  4. Hindari obesitas/kegemukan dengan diet yang sehat dan seimbang
  5. biasakan melakukan pekerjaan dengan posisi duduk
  6. Hindari kloset jongkok

Jumat, 20 April 2012

Cedera Otot Perut

Otot Tertarik Pada Dinding Perut
Apakah cidera otot perut itu?

Cidera otot perut atau disebut sebagai tertariknya otot perut adalah salah satu cidera otot pada dinding perut. Cidera otot ini terjadi karena otot perut terulur terlalu jauh atau melebihi normalnya. Ketika cidera otot ini terjadi serabut otot perut terasa sangat nyeri. Umumnya, cidera tersebut menyebabkan nyeri yang sangat kecil sekali pada otot , tetapi hasilnya dari beberapa cidera menyebabkan otot rupture/robek

Otot pada dinding perut terdiri dari beberapa otot , diantaranya adalah :
o Rectus Abdominis: Otot ini berada di depan dan sering disebut sebagai “six pack” jika terus dilatih.
o Internal and External Oblique: otot ini berada di samping tubuh dan berfungsi untuk gerakaan side rotasion



Apakah gejala dari cidera otot perut?
Cidera otot perut sering menyebabkan nyeri yang tiba-tiba pada daerah otot yang mengalami cidera. Dan ketika melakukan fleksi/menekuk punggung kedepan timbul nyeri. Gejala umum yang paling sering adalah ketegangan otot. Kadang-kadang terjadi pembengkakan sebagai akibat dari cidera otot
cidera otot perut dibagi menjadi beberapa grade/derajat berdasarkan keparahan cidera yaitu :
• Grade I (Mild): sedikit tidak nyaman, tidak ada keterbatasan. Biasanya tidak mengganggu aktivitas.
• Grade II (Moderate): Moderate tidak nyaman, aktivitas seperti fleksi atau side rotasi perut agak terganggu.
• Grade III (Severe): aktivitas normal yang melibatkan perut timbul nyeri. Sering pasien mengeluh timbul ketegangan dan bengkak pada perut.

Perawatan apakah yang paling tepat untuk cidera otot perut?Perawatan untuk cidera otot perut adalah sulit, tidak ada cara yang lain yaitu dengan membidai perut/splint dan mengistirahatkan perut secara total. Setelah itu hal terpenting yang lain adalah membiarkan otot perut agar selalu rileks sam pai proses peradangan berakhire. Kemudian menghindari latihan tertentu yang dapt menimbulkan cidera untuk mebantu proses pemulihan otot. Kegiatan yang dapat menimbulkan nyeri atau ketegangan otot dihindari.
Penguluran secara gentle sangat membantu, tetapi tidak boleh menimbulkan nyeri. Penguluran maksimal bisa berbahaya dan menghambat proses pemulihan otot. Aplikasikan dengan es batu pada daerah yang mengalami cidera pada fase akut (48 jam pertama setelah terjadi cidera) . sebelum beraktivitas pemanasan ringan bisa membantu otot relaks.

Kapan saya butuh dokter untuk cidera ini?Jika anda mengalami cidera otot ini evaluasilah dengan gejala yang timbul dan dampak dari gejala tersebut terhadap aktivitas anda seperti jalan , duduk, atau pada saat tidur, kemudian barulah anda evaluasi lagi kedokter.
Jika anda yakin bahwa anda mengalami cidera pada otot perut anda atau gejala yang timbul tidak cepat hilang dan anda telah mengevaluasinya. Dokter atau fisioterapi dapat membantu anda dalam hal perawatan agra otot anda segera pulih. Beberapa orang melakukannya dengan menggunakan modalitas seperti ultrasound, massage terapi dan latihan khusus untuk membantu pemulihan. Anda harus mendengarkan kata dokter anda jika semuanya ini sesuai dengan kondisi yang anda rasakan.
 
Sumber : http://seripayku.blogspot.com/2008/05/cidera-otot-perut.html

Aquatic Therapy

Aquatic therapy atau pool therapy merupakan program latihan yang pelaksanaannya di dalam air. Jenis terapi ini merupakan bentuk latihan yang dapat digunakan untuk menangani berbagai kasus atau kondisi. Aquatic therapy menggunakan keberadaan air untuk membantu proses penyembuhan dan pelaksanaan latihan.
Salah satu keuntungan aquatic therapy ini adalah adanya buoyancy/daya apung yang disediakan oleh air. Daya apung ini berfungsi mengurangi jumlah berat badan dengan cara menurunkan kekuatan yang dihasilkan oleh tekanan pada sendi. Aspek inilah yang menguntungkan dan aquatic therapy ini tepat untuk kondisi arthritis, proses penyembuhan pada kasus patah tulang atau siapa saja yang merasa gemuk. Dengan adanya penurunan tenaga tersebut membuat tekanan yang dihasilkan oleh sendi menjadi mudah dan mengurangi nyeri ketika melakukan latihan.
Viscosity atau sifat kental yang dihasilkan air merupakan sumber tahanan terbaik yang dapat memudahkan program latihan pada aquatic therapy. Tahanan tersebut dipakai untuk penguatan otot tanpa membutuhkan beban. Menggunakan double tahanan yang dihasilkan air (buoyancy dan viscosity) untuk menguatkan group otot yang apabila dilaksanakan diluar air tidak bisa atau bahkan tidak mungkin tetapi ketika dilaksanakan diair penguatan group otot ini dapat dalaksanakan.

Aquatic therapy juga memanfaatkan tekanan hidrostatik untuk menurunkan pembengkakan dan meningkatkan posisi kesadaran sendi. Tekanan hidrostatik menghasilkan tenaga yang tegak lurus dengan permukaan tubuh pasien. Tekanan ini membuat sendi lebih menyadari di posisi mana ia berada, sehingga hasilnya terjadi peningkatan propiosepsi/rasa gerak. Propiosepsi ini penting untuk kondisi sprain persendian dimana ligament menjadi nyeri dan propiosepsi menurun. Tekanan hidrostatik juga membantu menurunkan tekanan pada sendi dan pembangkakan pada jaringan lunak sebagai hasil dari cidera atau penyakit arthritis.
Kemudian, kehangatan air yang dialami selama melakukan aquatic therapy membantu membuat otot menjadi relaks dan terjadi pelebaran pembuluh darah vena, dan meningkatkan asupan darah kedaerah yang mengalami cidera. Pasien dengan ketegangan otot, nyeri punggung dan fibromyalgia mendapatkan efek therapeutic ketika melakukan aqua therapy ini.
Yang perlu diketahui bahwa aqua therapy tidak cocok untuk semua orang. Orang dengan gangguan/penyakit jantung tidak diikutsertakan dalam therapy ini. Begitu juga orang yang demam, infeksi atau bladder/bowel inkontinensia bukan merupakan kandidat untuk therapy ini. Selalu diskusikan terlebih dahulu pada dokter atau fisioterapi yang berkompeten dalam bidang ini. Selamat mencoba.


Sumber : http://seripayku.blogspot.com/2008/06/aquatic-therapy.html

Penanganan Patah Tulang Klavikula

Klasifikasi fraktur klavikula
1. Fraktur mid klavikula ( Fraktur 1/3 tengah klavikula)
paling banyak ditemui terjadi medial ligament korako-klavikula ( antara medial dan 1/3 lateral) mekanisme trauma berupa trauma langsung atau tak langsung ( dari lateral bahu)
2. Fraktur 1/3 lateral klavikula
fraktur klavikula lateral dan ligament korako-kiavikula, yang dapat dibagi:
type 1: undisplaced jika ligament intak
type 2 displaced jika ligamen korako-kiavikula rupture.
type 3 : fraktur yang mengenai sendi akromioklavikularis.
Mekanisme trauma pada type 3 biasanya karena kompresi dari bahu.
3. Fraktur 1/3 medial klavikula
Insiden jarang, hanya 5% dan seluruh fraktur klavikula.
Mekanisme trauma dapat berupa trauma langsung dan trauma tak langsung pada bagian lateral bahu yang dapat menekan klavikula ke sternum . Jatuh dengan tangan terkadang dalam posisi abduksi.
Pemeriksaan Klinis
Fraktur klavikula sering terjadi pada anak-anak. Biasanya penderita datang dengan keluhan jatuh dan tempat tidur atau trauma lain dan menangis saat menggerakkan lengan. Kadangkala penderita datang dengan pembengkakan pada daerah klavikula yang terjadi beberapa hari setelah trauma dan kadang-kadang fragmen yang tajam mengancam kulit. Ditemukan adanya nyeri tekan pada daerah klavikula.
Pemeriksaan Radiologis
Pemeriksaan rontgen anteroposterior dan klavikula biasanya dapat membantu menegakkan diagnosis dan fraktur. Fraktur biasanya terjadi pada 1/3 tengah dan fragmen luar terletak dibawah fragmen dalam. Fraktur pada 1/3 lateral klavikula dapat terlewat atau tingkat pergeseran salah dikira kecil, kecuali kalau diperoleh foto tambahan pada bahu.
Indikasi Operasi
Fraktur terbuka.
Fraktur dengan gangguan vaskularisasi
Fraktur dengan “scapulothorcic dissociation” (floating shoulder)
Fraktur dengan displaced glenoid neck fraktur.
Patofisiologi
Pada fraktur sepertiga tengah klavikula otot stemokleidomastoideus akan menarik fragmen ragmen medial keatas sedangkan beban lengannya akan menarik fragmen lateral ke bawah. Jika fraktur terdapat pada ligament korako-klavikula maka ujung medial klavikula sedikit bergeser karena ditahan ligament ini.
Fraktur yang terjadi kearah medial terhadap fragment maka ujung luar mungkin tampak bergeser kearah belakang dan atas, sehingg membentuk benjolan dibawah kulit.
Teknik penanganan terapi konserfatif dan operasi
Penatalaksanaan Fraktur Klavikula
Fraktur 1/3 tengah
Undisplaced fraktur dan minimal displaced fraktur diterapi dengan menggunakan sling, yang dapat mengurangi nyeri.
Displaced fraktur fraktur dengan gangguan kosmetik diterapi dengan menggunakan commersial strap yang berbentuk angka 8, untuk menarik bahu sehingga dapat mempertahankan alignment dan fraktur. Strap harus dijaga supaya tidak terlalu ketat karena dapat mengganggu sirkulasi dan persyarafan. Suatu bantal dapat diletakkan di antara scapula untuk menjaga tarikan dan kenyamanan. Jika commersial strap tidak dapat digunakan balutan dapat dibuat dari “tubular stockinet”, ini biasanya digunakan untuk anak yang berusia <10 tahun.
Pemakaian strap yang baik:
menarik kedua bahu, melawan tekanan dipusat, dan daerah interscapula selama penarikan fraktur.
tidak menutupi aksila, untik kenyamanan dan hygiene.
menggunakan bantalan yang bagus.
tidak mengganggu sirkulasi dan persyarafan kedua lengan.
Plating Clavikula
Gunakan insisi sesuai garis Langer untuk mengekspos permukaan superior clavikula. Hindari flap kulit undermining dan kerusakan saraf supraklavikula. Hindari juga diseksi subperiosteal pada fracture site.
Lakukan reduksi fragmen fraktur jika memungkinkan pasang lag screw melintasi fraktur. Plate diletakkan di sisi superior clavikula dengan 3 screw pada masing-masing sisi fraktur untuk mencapai fiksasi yang solid.
Jika diperlukan diletakan subkutaneus drain, luka operasi ditutup dengan jahitan subcuticular.
Fraktur lateral
Undisplaced fraktur dapat diterapi dengan sling.
Displaced fraktur dapat diterapi dengan sling atau dengan open reduction dan internal fiksasi. Jika pergeseran lebih dan setengah diameter klavikula harus direduksi dan internal fiksasi. Bila dibiarkan tanpa terapi akan terjadi deformitas dan dalam beberapa kasus rasa tidak enak dan kelemahan pada bahu karena itu terapi diindikasikan melalui insisi supraklavikular, fragmen diaposisi dan dipertahankan dengan pen yang halus, yang menembus kearah lateral melalui fragmen sebelah luar dan akromion dan kemudian kembali ke batang klavikula. Lengan ditahan dengan kain gendongan selama 6 minggu dan sesudah itu dianjurkan melakukan pergerakan penuh.
Komplikasi operasi
Komplikasi dini
kerusakan pada pembuluh darah atau saraf ( jarang terjadi)
Komplikasi lanjut
non-union : jarang terjadi dapat diterapi dengan fiksasi interna dan pencangkokan tulang yang aman.
mal-union :
meninggalkan suatu benjolan, yang biasanya hilang pada waktunya.
untuk memperoleh basil kosmetik yang baik dan cepat dapat menjalani terapi yang lebih drastis yaitu fraktur direduksi dibawah anastesi dan dipertahankan reduksinya dengan menggunakan gips yang mengelilingi dada ( wirass)
kekakuan bahu sering ditemukan, hanya sementara, akibat rasa takut untuk menggerakkan fraktur. Jari juga akan kaku dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memperoleh kembali gerakan, kecuali kalau dilatih.
Mortalitas
Pada umumnya kecil
Perawatan Pascabedah
Rehabilitasi
Commersial strap yang berbentuk angka 8, harus di follow up apakah sudah cukup kencang. Strap ini harus dikencangkan secara teratur. Anak anak <10 tahun menggunakan strap atau splint selama 3-4 minggu sampai bebas nyeri, sedangkan orang dewasa biasanya membutuhkan waktu 4-6 minggu.
Pasien dianjurkan untuk melakukan pergerakan seperti biasa begitu nyeri berkurang (strap/splint/sling sudah dilepas).

Sumber : http://www.infofisioterapi.com/penanganan-patah-tulang-klavikula.html#comment-1692

Cidera Otot Rotator Cuff

Rotator cuff terdiri dari kelompok empat unit otot yang membungkus sendi bahu pada bagian depan, atas dan belakang. Otot-otot ini, yang dihubungkan oleh tendon ke tulang, menggerakkan bahu ke berbagai arah dan menahan caput humeri (ball) dan cavitas glenoidalis (socket) secara bersama-sama. Bursa, yang yang berada di bawah tendon, mengurangi ketegangan/gesekan di antara tendon dan tulang dan melindungi tendon dari tekanan yang berlebihan. Jika anda menggunakannya terlalu berlebihan atau terkena cidera pada rotator cuff, anda dapat menghasilkan lesi (perubahan pada jaringan). Ada beberapa derajat lesi rotator cuff. Anda mungkin mendapat lesi ringan, seperti inflamasi atau tendonitis (inflamasi pada tendon), atau bisa juga cidera yang berat, seperti kerobekan parsial pada serabut otot dan tendon atau kerobekan komplet pada tendon yang menyebabkan otot menjauhi tulang.
Gejala-gejala
Gejala yang dihubungkan dengan kerobekan rotator cuff sering berupa ringan pada saat pertama, kemudian menjadi parah pada tahap selanjutnya. Gejala penyertanya meliputi nyeri di malam hari dan nyeri yang sangat pada saat aktifitas, khususnya ketika anda menggerakkan lengan anda sampai diatas kepala (elevasi) (contohnya, meletakkan kotak di rak bagian atas. Gejala ini mirip dengan tendonitis atau bursitis). Bagaimanapun, tidak serupa dengan bursitis atau tendonitis, yang akan merasa lebih baik jika anda istirahat, memodifikasi aktifitas anda, dan memberikan obat anti inflamasi (seperti aspirin atau ibuprofen), gejala kerobekan rotator cuff tidak mungkin akan lebih baik hanya dengan terapi yang biasa.
Dalam tahap nyeri selanjutnya, lengan dan bahu anda akan merasa lemah ketika anda melakukan gerakan elevasi atau membentangkan lengan anda ke samping tubuh anda. Adakalanya, aktifitas yang sepele, seperti mengangkat koper dari mobil, dapat menimbulkan nyeri akut pada bahu. Nyeri ini mengindikasikan bahwa kerobekan parsial rotator cuff anda sekarang telah menjadi kerobekan komplet aau degenerasi tendon pada rotator cuff anda telah robek.
Penyebab
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kerobekan rotator cuff. Tekanan yang terus-menerus dan pemakaian yang berlebihan ketika melakukan aktifitas yang sama dapat menyebabkan tendon beradu dengan tulang. Kerobekan pada tendon rotator cuff sering terjadi pada orang-orang yang berumur sekitar 40 tahun atau lebih kerena mengalami kemunduran karena tekanan-tekanan kerja dan aktifitas setiap hari, terutama pada aktifitas yang menghuruskan lengan bergerak elevasi. Tendon rotator cuff pada orang yang mempunyai bahu yang tidak stabil dapat terselip di antara caput humeri dengan acromion (tulang yang berada di atas tendon) dan akhirnya mengalami kerobekan. Dan kadang kala, perbedaan yang alami pada bangunan sendi bahu menyebabkan pemakaian yang abnormal pada tendon yang bisa menyebabkan kerobekan.
Terapi
Terapi pertama, dokter anda akan meminta anda untuk mencoba mengurangi peradangan dan iritasi pada tendon rotator cuff dan bursanya dengan cara istirahat dari aktifitas yang menggunakan sendi bahu dan memberikan es pada bahu anda dan mengobatinya dengan obat anti inflamasi. Adakalanya, dokter mungkin memberikan suntikan kortison (obat anti inflamasi yang kuat) pada bursa untuk menurunkan peradangan dan nyeri. Ketika peradangan dapat di control dan menurun secara siknifikan, anda dapat melakukan latihan untuk penguatan otot-otot pada sendi bahu. Jika anda mengalami tendonitis pada rotator cuff pada waktu yang lama, anda mungkin mengalami perubahan yang tidak dapat kembali yang memastikan terjadinya kerobekan sebagian atau keseluruhan pada tendon rotator cuff. Jika rotator cuff anda terkena radang atau terobek sebagian, dokter anda mungkin mengambil tulang tajinya dan jaringan yang mengalami peradangan untuk menciptakan kondisi yang sesuai untuk kesembuhan. Beberapa penderita yang mempunyai kerobekan sebagian pada rotator cuff mengalami sedikit ketidaknyamanan dan fungsinya sangat bagus tanpa operasi. Latihan dan kadang kala suntikan kortison bisa membantu mengontrol gejalanya jadi mereka tidak harus mengalami operasi.
Jika rotator cuff mengalami kerobekan secara keseluruhan dan otot telah terputus dari tulang, dokter biasanya mengoperasi bahu anda untuk memperbaiki tendon dan mengambil tulang yang menonjol. Operasi membantu mengurangi nyeri diwaktu malam, selama istirahat, dan dari aktifitas sehari-hari. Setelah operasi, bahu anda akan di immobilisasi untuk membantu penyembuhan rotator cuff. Sebelum brace ambil, anda akan memulai program latihan bersama fisioterapi anda untuk mendapatkan kembali range of ruang gerak sendi bahu secara penuh dan menguatkan otot-toto bahu anda. Lesi rotator cuff dapat menyebabkan nyeri bahu yang ringan sampai berat dan dapat menyebabkan anda membatasi aktifitas anda. Terapi nonoperasi, seperti latihan penguatan, injeksi kortison, pengobatan anti inflamasi, memodifikasi aktivitas anda, bisa meningkatkan penyembuhan pada kerobekan rotator cuff dan membantu mengurangi peradangan yang menyebabkan timbulnya nyeri. Tetapi, anda akan membutuhkan untuk mendapatkan operasi jika anda mengalami kerobekan secara keseluruhan.

Sumber : http://www.infofisioterapi.com/cidera-otot-rotator-cuff.html#comment-1693

Peralatan Fisioterapi


Gambaran : Fisioterapis menggunakan bermacam-macam modalitas untuk membantu merawat pasiennya. Ada beberapa modalitas fisioterapi yang dapat membantu dalam hal penguatan, relaksasi dan penyembuhan otot. Dibawah ini ada beberapa modalitas fisioterapi yang digunakan sehari-harinya ketika berpraktek.

Hot Packs: Fisioterapis membalutkan hot pack basah kemudian membalutnya lagi dengan beberapa lapis handuk kemudian meletakkannya ke daerah yang membutukan perawatan. Panas yang dihasilkan oleh hot pack mempunyai beberapa manfaat yang penting. Hot pack ini merelaksasikan otot yang kaku sehingga dampaknya jaringan otot tersebut menjadi relaks. Hot pack ini dapat menurunkan nyeri yang disebabkan oleh ketegangan atau kekakuan otot. Hot pack juga menyebabkan vasodilatasi/pelebaran pembuluh darah vena yang dapat meningkatkan sirkulasi darah pada daerah tersebut. Pasien dengan ketegangan dan kekakuan otot atau arthritis sering mendapatkan manfaat dengan penggunaan hot pack.

Cold Packs: Cold pack adalah gel beku yang digunakan fisioterapi untuk merawat daerah yang nyeri dan peradangan. Cold pack dibalutkan pada handuk yang basah dan diletakkan langsung pada daerah yang membutuhkan perawatan. Efek dingin dari cold pack disalurkan ke kulit, otot dan jaringan tubuh pasien sehingga mempunyai beberapa manfaat. Suhu yang dingin menyebabkan vasokonstriksi/penyempitan pembuluh darah vena pada area tersebut. Dan efek ini menurunkan peradangan pada daerah tersebut. Dan dengan menurunnya peradangan maka nyeri dan bengkak berkurang.


Ultrasound: Mesin ultrasound adalah modalitas fisioterapi yang pemanfaatannya dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi atau rendah. Gelombang suara ini dasalurkan di sekitar jaringan dan pembuluh darah, gelombang suara tersebut menembus ke otot sehingga otot menjadi hangat dan otot relaks, oleh karena itu gelombang ultrasound ini digunakan untuk perawatan otot yang mengalami ketegangan dan kekakuan. Efek dari pemanasan ini juga berpengaruh pada pelebaran pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah sehingga membantu prose penyembuhan. Fisioterapis juga dapat mengatur frekuensi dari gelombang ultrasound sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi peradangan.

TENS: Tens (transcutaneus electrical nerve stimulation), alat ini dioperasikan dengan baterei kecil dan menggunakan transmisi listrik dan bermanfaat menurunkan nyeri. Elektroda di letakkan didaerah yang bersangkutan yang mengalami nyeri. Mesin dihidupkan dan arus listrik disalurkan lewat elektroda. Perasaan geli terasa dibawah kulit dan otot. Sinyal ini berfungsi menggangu sinyal nyeri. Sinyal dari tens ini mempengaruhi syaraf-syaraf pada daerah yang diaplikasikan tens dan memutus sinyal nyeri sehingga pasien merasakan nyerinya berkurang

Electrical Stimulasi: Electrical stimulasi menggunakan arus listrik yang menyebabkan satu atau kelompok otot tertentu berkontraksi. Dengan meletakkan elektroda pada beberapa daerah dikulit tertentu fisioterapi dapat mempengaruhi serabut otot untuk berkontraksi. Kontraksi otot dengan menggunakan electrical stimulasi ini dapat meningkatkan kekuatan otot. Fisioterapi dapat merubah susunan arus untuk arus yang kuat atau arus lemah dalam menggontraksikan otot. Selama proses penguatan otot, terjadilah kontraksi otot yang meningkatkan asupan darah ke daerah yang diberikan arus sehingga meningkatkan proses penyembuhan.

Sumber : http://seripayku.blogspot.com/2008/03/peralatan-dan-pelayanan-fisioterapi.html

Penanganan Kontraktur

Hal utama yang dipertimbangkan untuk terapi kontraktur adalah pengembalian fungsi dengan cara menganjurkan penggunaan anggota badan untuk ambulasi dan aktifitas lain. Menyingkirkan kebiasaan yang tidak baik dalam hal ambulasi, posisi dan penggunaan program pemeliharaan kekuatan dan ketahanan, diperlukan agar pemeliharaan tercapai dan untuk mencegah kontraktur sendi yang rekuren.Penanganan kontraktur dapat dliakukan secara konservatif dan operatif :
1. Konservatif
Seperti halnya pada pencegahan kontraktur, tindakan konservatif ini lebih mengoptimalkan penanganan fisioterapi terhadap penderita, meliputi :
a. Proper positioning
Positioning penderita yang tepat dapat mencegah terjadinya kontraktur dan keadaan ini harus dipertahankan sepanjang waktu selama penderita dirawat di tempat tidur. (3,4) Posisi yang nyaman merupakan posisi kontraktur. Program positioning antikontraktur adalah penting dan dapat mengurangi udem, pemeliharaan fungsi dan mencegah kontraktur.
Proper positioning pada penderita luka bakar adalah sebagai berikut :
- Leher : ekstensi / hiperekstensi
- bahu : abduksi, rolasi eksterna
- Antebrakii : supinasi
- Trunkus : alignment yang lurus
- Lutut : lurus, jlarak antara lutut kanan dan kiri 20”
- Sendi panggul tidak ada fleksi dan rolasi eksterna
- Pergelangan kaki : dorsofleksi
Proper positioning untuk penderita luka bakar
a. Exercise
Tujuan tujuan exercise untuk mengurangi udem, memelihara lingkup gerak sendi dan mencegah kontraktur. Exercise yang teratur dan terus-menerus pada seluruh persendian baik yang terkena luka bakar maupun yang tidak terkena, merupakan tindakan untuk mencegah kontraktur. (2,8,10) Adapun macam-macam exercise adalah :
- Free active exercise : latihan yang dilakukan oleh penderita sendiri.
- Isometric exercise : latihan yang dilakukan oleh penderita sendiri dengan kontraksi otot tanpa gerakan sendi.
- Active assisted exercise : latihan yang dilakukan oleh penderita sendiri tetapi mendapat bantuan tenaga medis atau alat mekanik atau anggota gerak penderita yang sehat.
- Resisted active exercise : latihan yang dilakukan oleh penderita dengan mela­wan tahanan yang diberikan oleh tenaga medis atau alat mekanik.
- Passive exercise : latihan yang dilakukan oleh tenaga medis terhadap penderita.
b. Stretching
Kontraktur ringan dilakukan strectching 20-30 menit, sedangkan kontraktur berat dilakukan stretching selama 30 menit atau lebih dikombinasi dengan proper positioning. Berdiri adalah stretching yang paling baik, berdiri tegak efektif untuk stretching panggul depan dan lutut bagian belakang. (2,10)
c. Splinting / bracing
Mengingat lingkup gerak sendi exercise dan positioning merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada luka bakar, untuk mempertahankan posisi yang baik selama penderita tidur atau melawan kontraksi jaringan terutama penderita yang mengalami kesakitan dan kebingungan.
d. Pemanasan
Pada kontraktur otot dan sendi akibat scar yang disebabkan oleh luka bakar, ultrasound adalah pemanasan yang paling baik, pemberiannya selama 10 menit per lapangan. Ultrasound merupakan modalitas pilihan untuk semua sendi yang tertutup jaringan lunak, baik sendi kecil maupun sendi besar.
2. Operatif
Tindakan operatif adalah pilihan terakhir apabila pcncegahan kontraktur dan terapi konservatif tidak memberikan hasil yang diharapkan, tindakan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara :
a. Z – plasty atau S – plasty
Indikasi operasi ini apabila kontraktur bersama dengan adanya sayap dan dengan kulit sekitar yang lunak. Kadang sayap sangat panjang sehingga memerlukan beberapa Z-plasty.
b. Skin graft
Indikasi skin graft apabila didapat jaringan parut yang sangat lebar. Kontraktur dilepaskan dengan insisi transversal pada seluruh lapisan parut, selanjutnya dilakukan eksisi jaringan parut secukupnya. Sebaiknya dipilih split thickness graft untuk l potongan, karena full thickness graft sulit. Jahitan harus berhati-­hati pada ujung luka dan akhirnya graft dijahitkan ke ujung-ujung luka yang lain, kemudian dilakukan balut tekan. Balut diganti pada hari ke 10 dan dilanjutkan dengan latihan aktif pada minggu ketiga post operasi.
c. Flap
Pada kasus kasus dengan kontraktur yang luas dimana jaringan parutnya terdiri dari jaringan fibrous yang luas, diperlukan eksisi parsial dari parut dan mengeluarkan / mengekspos pembuluh darah dan saraf tanpa ditutupi dengan jaringan lemak, kemudian dilakukan transplantasi flap untuk menutupi defek tadi. Indikasi lain pemakaian flap adalah apabila gagal dengan pemakaian cara graft bebas untuk koreksi kontraktur sebelumnya. Flap dapat dirotasikan dari jaringan yang dekat ke defek dalam 1 kali kerja.

Sumber : http://www.infofisioterapi.com/penanganan-kontraktur.html

Penanganan Cidera Lutut

Anatomi, Cidera, dan Latihan
Sendi lutut adalah salah satu sendi terbesar pada tubuh. Sendi ini dibentuk oleh dua tulang yaitu tulang femur (paha) dan tulang tibia (betis) dan dihubugkan oleh empat ligament yang sangat kuat. Ligament ini berfungsi untuk menstabilkan dan mengontrol gerakan pada sendi lutut. Diantara kedua tulang ini terdapat bantalan yang disebut meniscus. Semua bangunan pada sendi lutut ini beresiko mengalami kerusakan.
Lutut adalah bagian dari tubuh yang sering mengalami cidera disepanjang umur kita. Kerusakan ini sering terjadi pada saat olahraga dan aktivitas atletik (jalan, lari, lempar, lompat). Banyak cidera lutut ini diobati dengan pengobatan konservatif dengan istirahat, es (pendinginan), gerakan dan fisioterapi. Tetapi ada juga cidera lutut yang harus diobati dengan operasi. Prosedur operasi ini sangat kecil resikonya, sehingga bisa dilakukan oleh pasien manapun.
Anatomi sendi lutut
Sendi lutut didunia kesehatan disebut sebagai sendi tibiofemoral. Sendi ini merupakan sendi terbesar dalam tubuh. Sendi lutut diperkuat oleh empat ligament yang berfungsi menstabilkan. Setiap ligament mempunyai keterbatasan gerakan. Cidera pada ligament-ligamen ini dapat menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman.




Tes Khusus Untuk Sendi LututFisioterapi dapat langsung mendiagnosa cidera pada sendi lutut ini dangan melihat bagaimana cidera terjadi dengan disertai pemeriksaan fisik. Ada beberapa jenis tes pemeriksaan sendi lutut. Setiap tes pemeriksaan khusus untuk cidera tertentu. Empat tes kusus untuk mendiagnosa kerusakan pada ligament adalah laci sorong anterior, laci sorong posterior, tes valgus dan tes varus. Jika terdapat laxity (kelemahan) pada ligament ini maka hasilnya positf berarti terdapat kerusaka pada ligament tertentu.

Cidera Umum Sendi Lutut

The Unhappy Triad

“Unhappy Triad” adalah sebutan yang ditujukan pada tiga struktur sendi lutut jika mengalami cidera. Tiga struktur itu adalah ligament kolateral medial, ligament krusiatum anterior dan meniscus medial. Cidera ini sering terjadi ketika adanya tekanan kelateral pada sendi lutut dan posisi kaki terkunci dengan tanah. Berdasarkan pada beberapa cidera ini kebanyakan perawataannya dengan menggunakan jasa fisioterapi untuk menyiapkan operasi.
Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah kasus paling umum yang terjadi pada jenis arthritis. Ini disebabkan oleh nyeri pada lutut yang terlalu lama. Osteoarthritis terjadi ketika sendi kartilago tertutup dengan tulang dan berangsur-angsur mengganti kartilago tersebut. Penyakit ini terjadi karena waktu dan penggunaaan sendi lutut yang berlebihan (overuse). Untuk alasan ini osteoarthritis sering disebut sebagai”wear and tear” arthritis.
ChondromalaciaChodromalacia digambarkan sebagai kekacauan yang terjadi pada kartilago yang letaknya dibelakang tulang patella atau tempurung lutut. Penyakit ini sering terjadi kerena nyeri lutut saat remaja. Gejala condromalacia adalah nyeri pada lutut tepatnya dibelakang tempurung lutut. Nyeri terjadi setelah duduk lama atau saat berjalan menuruni tangga.
Prepatellar Bursitis
Prepatellar bursitis terjadi ketika kantung bursa yang mengelilingi tempurung lutut menjadi peradangan dan bengkak. Hasilnya terjadi nyeri pada bagian depan lutut ketika melakukan aktivitas. Prepatellar bursitis umumnya ditemukan pada seseorang yang sering menggunakan lututnya ketika bekerja, misalkan tukang pipa ledeng dan tukang kebun .
Jumper’s Knee
Tendon patella adalah sebuah lanjutan dari tendon quadriceps yang lurus, bergabung dengan tempurung lutut dan tibia. Tendon ini membantu otot quadriceps meluruskan kaki (gerakan extensi sendi lutut). Ketegangan otot yang berulang-ulang, menyebabkan sedikit nyeri pada tendon dan terjadilah peradangan dan nyeri. Di dunia medis ini dikenal sebagai tendinitis patella atau jumper’s knee.
Patellofemoral Syndrome
Sindrom patellofemoralis aadalah kondisi medis yang terjadi ketika patella,yang sebaliknya diketahui sebagai tempurung lutut tidak bergerak semestinya pada femur. Hasilnya nyeri disekitar sendi lutut selama aktivitas.

LATIHAN PADA LUTUT

Latihan Setelah Arthroscopy sendi lutut
Setelah melakukan arthroscopy, sangatlah penting jika memulai latihan lutut anda secepatnya untuk mengembalikan kekuatan dan lingkup gerak sendi (ROM). Latihan awal dengan non-weight bearing(tanpa bebab), dan secara perlahan-lahan kekuatannya dan lingkup gerak sendi ditingkatkan.
Penguatan Otot quadriceps
Menggeser dinding adalah cara terbaik untuk menguatkan otot quadriceps anda. Otot quadriceps adalah otot utama lutut yang berfungsi untuk menggerakkan lurur sendi lutut/ekstensi dan menstabilkan persendian.
 
Sumber : http://seripayku.blogspot.com/2008/04/lutut-dan-permasalahannya.html

Program Fisioterapi Untuk Nyeri Punggung Bawah

Kimberly Wallace, MS, PT, Cert. MDT
Director, Physical Therapy
Rothman Institute
Philadelphia, PA,
Modifikasi oleh Jowir


Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang paling umum kita alami baik saat masa remaja/muda atau saat kita dewasa, yaitu pada umur dua puluh lima (25) tahun dan lima puluh lima (55) tahun. Delapan puluh persen (80% ) populasi penduduk pernah mengalami fase nyeri punggung selama hidupnya, dan sekali fase ini dialami maka nyeri punggung mungkin akan terus berkelanjutan. Untuk alasannya, perlu dan pentingnya dipahami bahwa sesuatu aktivitas mungkin menjadi penyebab atau timbulnya fase nyeri punggung, dan apa yang akan anda harapkan ketika anda mencari pengobatan konservatif dan fisioterapi.
Sebagian besar pasien yang mengalami nyeri punggung mempercayai bahwa nyeri punggung yang dialaminya sebagai akibat dari kejadian trauma (luka) yang terjadi pada punggungnya, sebagai contoh misalnya dari hasil aktivitas olahraga atau mengangkat sesuatu yang berat. Tetapi sering juga nyeri punggung terjadi tanpa ada penyebabnya. Sering pasien menceritakan bahwa trauma/cidera pada punggungnya terjadi beberapa hari sebelum nyeri punggung terjadi pada dirinya. Untuk investigasi lebih lanjut, nyeri punggung dihubungkan dengan jeleknya postur dan posisi tubuh, yang mana seseorang yang mempunyai postur jelek dan posisi tubuh yang salah akan mengalami nyeri punggung setelah melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan nyeri punggung, bukan aktivitas fisik penyebabnya. Untuk itu sangat penting untuk mengatur posisi kita saat duduk, mengangkat dan menunduk serta mengerti beberapa gerakan/cara untuk mengurangi nyeri punggung.




Contoh PermasalahanSeorang pasien laki-laki berumur 40 tahun yang datang ke klinik fisioterapi dengan mengeluh nyeri pada punggung bawahnya selama 2 minggu dan tidak tahu penyebab dari nyeri tersebut. Status pasien dia sering duduk dikantornya dan sebagai catatan nyeri punggung tersebut telah menyusahkannya. Dia melaporkan bahwa nyeri timbul saat duduk lama atau saat mengendarai mobil dan merasa baikan ketika berjalan. Dia tidak sanggup melakukan aktivitas berkebun karena nyeri timbul pada saat aktivitas tersebut, tetapi ketika dia berolahraga ke gym atau bermain basket dia merasa baikan. Selama seminggu dia merasa nyerinya bertambah dan agak berkurang ketika diakhir minggu. Dia tidak ada keluhan nyeri ketika tidur dan bangun tidur. Dia melaporkan nyeri punggung bawahnya terakhir timbul pada saat akhir kerja di computer.
Selama pemeriksaan fisioterapi, fisioterapis mengidentifikasi dengan gerakan yang tertentu untuk membantu mengurangi nyeri punggungnya. Melihat gejala nyeri tersebut, aktivitas yang menyebabkan nyeri punggung adalah ketika pasien menekuk punggungnya kedepan (fleksi punggung). Ketika pasien berjalan atau bermain basket, dia merasa baikan mengindikasikan bahwa menggerakkan tubuh kebelakang (ekstensi punggung) mengurangi nyerinya. Oleh karena itu, gerakan extensi dianjurkan untuk mengurangi nyeri punggung pasien selama pemeriksaan fisioterapis
Pasien diinstruksikan untuk melakukan gerakan khusus yaitu dengan menggerakkan punggungnya ke belakang (extensi punggung) supaya mengurangi nyeri. Instruksi ini seharusnya dilakukannya (pasien) secara teratur setiap harinya untuk mencegah timbulnya nyeri dan terapi untuk mengurangi nyeri punggungnya. Pasien juga diinstruksikan untuk menghindari aktivitas yang memacu timbulnya gejala dan dalam kasus ini menggerakkan punggung kedepan (fleksi punggung) seperti duduk membungkuk dan berkebun ditaman.

Mengoreksi Posisi Duduk dan Menginstruksikan Tehnik Angkat–Angkut yang BenarTherapist mungkin telah mengetahui penyebab dari nyeri punggung yaitu jeleknya postur atau posisi duduk yang membungkuk pada saat pemeriksaan awal, karena kasus seperti inilah yang sering dikeluhkan, seperti yang terjadi dalam kasus diatas. Fisioterapi dapat menyuruh pasien ini untuk menggunakan lumbar roll agar posisi duduknya tepat atau menggunakan bantal khusus yang dirancang untuk menjaga kurva lordosis atau cekungan punggung bawah. Mengoreksi posisi duduk ini dapat mengurangi timbulnya nyeri. Pengaplikasian konsep koreksi postur tersebut juga berlaku saat pasien duduk di mbil, kantor dan tempat khusus dimana pasien menghabiskan waktu sehari-harinya. Menyarankan ketika duduk dalam waktu lamadikantor diselingi dengan beristirahat berjalan kemesin fax atau mesin copy.
Menginstruksikan kepada pasien tentang tehnik angkat-angkut dan menekuk punggung secara benar sangat diperlukan. Dengan riwayat penyakit diatas, aktivitas yang menimbulkan nyeri yaitu pada saat pasien menekuk punggungnya misalkan pada saat berkebun. Aktivitas seperti ini seharusnya dihindari sampai nyeri dapat dikontrol oleh pasien. Tetapi kadang-kadang seseorang harus melakukan posisi ini (menekuk punggung), untuk itu diperlukan pengajaran tehnik angkat-angkut dan menekuk punggung yang benar untuk mengurangi timbulnya nyeri punggung.
Meskipun ada gerakan tertentu yang perlu dihindari, tetapi ada juga gerakan dari aktivitas tertentu yang dapat menghilangkan nyeri. Dalam kasus diatas pasien merasa nyaman dengan punggungnya ketika bermain basket dan olahraga digym, aktivitas ini harus tetap dilanjutkan. Bagaimanapunjuga, sesuatu yang harus diperhatikan selain berolahraga yaitu pasien harus bisa menjaga posisi duduk yang tepat, sering pada beberapa kasus ditemukan pasien merasa baik punggungnya setelah olahraga tetapi beberapa jam kemudian pasien merasa punggung bawahnya tiba-tiba nyeri.

Aerobic ConditioningSekali timbul nyeri,tehnik untuk mengendalikan nyeri tersebut sanagt diperlukan, untuk itu pasien harus bersegera untuk melakukan program olahraga aerobik. Ini harus dipahami oleh pasien bahwa aktivitas aerobic membantu membawa nutrisi pada bangunan/struktur tulangpunggung. Kadang-kadang struktur ini, seperti diskus (bantalan sendi) memiliki asupan darah yang kurang bagus dan sedikit bergerak dan aktivitas aerobic dapat menyalurkan nutrisi pada struktur ini. Ketika seseorang tiba-tiba mengeluh nyeri punggung, sedikit dari nutrisi ini diperlukan oleh struktur tertentu dari pungung untuk menjaganya agar tetap stabil.
Aktivitas ini dipilih berdasarkan pada ketertarikan pasien, kesediaannya dan tepat dengan masalah yang dialami pasien. Umumnya program jalan dan bersepeda adalah pilihan yang tepat untuk kasus ini. Program latihan ini idealnya dilakukan paling sedikit 3 kali seminggu kira-kira 30-40 menit setiap latihannya.

Olahraga Kelenturan dan Penguatan OtotSesekali nyeri tersebut dapat kita control, fleksibilitas dari punggung dan ekstrimitas bawah diperlukan. Dalam contoh kasus diatas, pasien perlu menghindari gerakan fleksi punggung karena menyebabkan nyerinya. Sesekali nyeri dapat kita stabilkan, melakukan gerakan fleksi akan menjadi terbatas dan otot terasa kaku karena kita sering menghindari gerakan tersebut. Untuk itu mengembalikan gerakan fleksi diperlukan agar pasien dapat melakukan aktivitasnya seperti sedia kala. Sebagai tambahan terbatasnya kelenturan dari otot-otot kaki juga berpengaruh pada nyeri punggung, kekakuan pada otot ini menyebabkan perubahan postur seseorang dan postur seseorang berpengaruh terhadap kontrol nyeri punggungnya.
Begitu juga dengan stabilitas punggung, latihan penguatan juga digabungkan dalam program fisioterapi. Otot-otot trunk, perut dan ekstensor punggung otomatis harus dikuatkan. Sebagai tambahan otot-otot dari trunkberfungsi untuk menstabilkan punggung, begitu juga penguatan otot ekstremitasatas dan ekstremitas bawah juga dimasukkan dalam program. Penguatan kaki penting juga, kebanyakan seseorang mengangkat beban menggunakan otot kakinya daripada menggunakan otot punggung. Program dirumah untuk latihan penguatan seharusnya dibuat yang mudah untuk dilakukan dan membutuhkan peralatan yang sedikit.

Meminimalkan“Istirahat Total”
Tinggalkan hari untuk istirahat total dalam waktu lama. Umumnya, setiap orang dengan nyeri punggung akut, yang melibatkan gerakan dan posisi secepat mungkin ingin kembali ke aktivitas semula dan ingin segera menemukan cara sukses untuk mengendalikan nyeri punggung bawahnya dan ingin segera ke aktivitas normal.

Menggunakan Passive ModalitasTujuan utama dari program rehabilitasi ini adalah mengembalikan aktivitas dan fungsi sehingga dapat mengendalikan gejala nyeri punggung bawah, ada cara cepat yang terkadang dianjurkan yaitu penggunaan passive modalitas. Dalam banyak kasus, passive modalitas digunakan untuk mendukung program fisioterapi lainnya dan jenis aktif dilakukan fisioterapis selama perawatan. Fisioterapis menggunakan modalitas sebagai sarana awal untuk membantu pasien mengurangi nyerinya. Bagaimanapun juga kemajuan program fisioterapi bukan terfokus pada penggunaan modalitas tetapi peningkatan kemampuan dan fungsi yang cepat dengan menggunakan aktivitas dan latihan dan anjuran untuk perawatan dirinya sendiri.
Modalitas pasif adalah gambaran dari aplikasi peralayan fisioterapi yang meliputi cold pack, pemanasan atau pemakaian arus ketubuh untuk membantu mengurangi nyeri. Pemakaian peralatan ini dikatakan pasif karena dalam pelaksanaanya pasien tidak terlibat. Jenis yang sering dipakai untuk pemanasan adalah hot pack dan ultrasound. Pearawatan dengan peralatan dingin semisal cryotherapy juga dapat mengurangi nyeri. Dalam pelaksanaannya dengan menggunakan jenis cold pack atau ice massage untuk nyeri punggung. Fluoromethane adalah semprotan yang bisa diaplikasikan dikulit oleh terapis, dan selalu diikuti dengan penguluran otot punggung pasien oleh terapis.
Stimulasi listrik dapat juga digunakan untuk mengurangi nyeri. Tipe khusus adalah penggunaan TENS (transcutaneous electric nerve stimulation) dan arus sedang. Dalam kasus ini TENS berguna intuk mengontrol nyeri, khususnya nyeri yang sudah lama (kronik), portable Tens dapat juga kita gunakan dirumah.

Sumber : http://seripayku.blogspot.com/2008/03/pelayanan-fisioterapi.html

Spesialisasi Fisioterapi

Ada beberapa macam spesialisasi dari fisioterapi, meskipun semua fisioterapis dapat melakukannya tetapi fisioterapi dapat dikategorikan kedalam beberapa bidang supaya orang awam dapat memahami peran serta fisioterapi dalam beberapa kasus. Dibawah ini sekilas gambaran tentang klasifikasi fisioterapi yang dapat dibagi menjadi lima bidang. Bacalah dengan seksama agar anda atau keluarga anda mengetahui pada bidang fisioterapi mana masalah anda atau keluarga anda dapat teratasi.
Orthopedic
Fisioterapis dalam bidang ini berkompeten terhadap diagnose orthopedik, penanganan kasus dan perawatan bila terjadi gangguan dan cidera pada sistem musculoskeletal (otot dan tulang) serta pemulihan pasien setelah operasi orhtopedik. Fisioterapi orthopedik ini sering kita jumpai di klinik ataupun rumah sakit dan banyak fisioterapis yang membuka praktek kerja pada bidang ini. Fisioterapis orthopedik adalah pelatih dalam merawat pasien setelah operasi persendian, cidera olahraga akut, arthritis dan amputasi ( kecil pada bagian anggota tubuh). Mobilisasi persendian, latihan penguatan, hot/cold pack dan elektrikal stimulasi adalah peralatan yang sering digunakan untuk mempercepat proses pemulihan dalam target orthopedik. Untuk itulah bila anda mengalami gangguan yang terkait pada otot, tulang, ligament atau tendon anda, anda akan mendapatkan keuntungan dari pemeriksaan yang dilakukan oleh fisioterapis spesialisasi ortopedik.
Geriatric
Fisioterapi pada bidang geriatric mencakup jankauan yang cukup luas terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan lanjut usia bukan berarti kita melupakan penanganan terhadap generasi muda tetapi fisioterapi geriatric memfokuskan pada orang lanjut usia. Karena ada banyak kondisi ataupun masalah yang terkait dengan orang yang bertambah umurnya menjadi tua termasuk didalamnya masalah yang tidak ada batasannya seperti : arthritis, osteoporosis, cancer, penyakit alzheimer’s, penggantian sendi lutut atau hip (TKR/THR), gangguan keseimbangan, incontinence bladder/bowel dan banyak lagi. Fisioterapi geriatric membantu membantu mengatasi masalah yang terkait diatas dan memberikan program-program khusus untuk membantu mengembalikan gerakan, mengurangi nyeri meningkatkan tingkat kesehatan dan kebugaran dan banyak lagi program-program yang ditawarkan.

NeurologicalFisioterapi neurologis harus disiplin konsentrasinya pada seorang pasien (fisioterapi privat) yang mengalami gangguan atau penyakit neurologi/syaraf . termasuk ganguan syaraf adalah penyakit alzeimer’s, cidera pada otak, cerebral palsy, multiple sclerosis, penyakit parkinson’s, cidera pada cord spinalis dan stroke. Gangguan yang paling umum dialami pasien dengan gangguan syaraf adalah kelumpuhan anggota badan, kelemahan penglihatan, gangguan keseimbangan, ketidakmampuan dalam bergerak (ambulasi/translasi) dan kehilangan fungsi tubuhnya. Fisioterapis bekerja dengan pasien ini untuk meningkatkan dan mengembalikan ketidakmampuannya terutama dalam hal aktivitas agar lebih mandiri.

Rehabilitasi Cardiovascular and Pulmonal
Fisioterapis bidang kardiovaskuler dan pulmonary (sistem pada jantung dan pernafasan) merawat beberapa kasus yang bervariasi dalam hal gangguan nafas dan jantung terhadap pasien yang menjalani operasi pada jantung atau paru-parunya. Tujuan utama dari perawatan pasien dengan gangguan tersebut adalah meningkatkan daya tahan dan pengoptimalan fungsinya. Terapi manual diperlukan pada kasus ini untuk membantu membersihkan paru dari sekresi yang dialami pasien dengan ganguan fibrotic paru. Pasien dengan gangguan jantung, post operasi coronary bypass, cronic obstructive pulmonary desease dan pulmonary fibrosis adalah sedikit contoh dari kasus yang bisa ditangani oleh fisioterapi spesialisasi cardiovaskuler dan pulmonary

PediatricFisioterapi pediatric atau fisioterapi khusus anak-anak membantu mendeteksi awal pada masalah kesehatan dan menggunakan berbagai peralatan yang bervariasi untuk merawat berbagai gangguan yang dialami oleh populasi anak-anak didunia pada umumnya. Fisioterapis ini memfokuskan pada diagnosis, perawata, penanganan bayi,anak dan remaja yang mengalami penyakit bawaan, perkembangannya,syaraf dan ototnya, tulang atau pola gangguan atau penyakit. Perawatan ini terfokus pada peningkatan keahlian gross & fine motor(gross motorik :merangkak.berguling dst../ fine motorik: menggenggam, menulis dst..), keseimbangan, koordinasi,penguatan dan daya tahannya serta kognitif dan sensorik integration. Anak-anak dengan masalah keterlambatan tumbuh kembang , cerebal palsy, spina bifida dan tortikolis/tengeng adalah sebagian kasus yang ditangani oleh fisioterapi pediatric 
 
Sumber : http://seripayku.blogspot.com/2008/06/spesialisasi-fisioterapi.html

Peran Fisioterapi

Kebanyakan orang khawatir jika mereka adalah calon pasien untuk fisioterapi atau mereka kurang yakin jika fisioterapi dapat membantu menyembuhkan penyakitnya. Sebagai seorang fisioterapis pertanyaan seperti ini memang sulit dijawab tetapi anda harus yakin bahwa banyak keuntungan dengan keberadaan fisioterapi dibeberapa kasus, dari kasus yang sederhana seperti sprain ankle sampai hal yang rumit seperti gangguan neurologis.Dana Davis seorang fisioterapis mendefinisikan fisioterapis sebagai metode perawatan yang sederhana yang ditujukan dalam hal penanganan, penyembuhan, pencegahan pada cidera tertentu dan ketidakmampuan dalam melakukan aktivitas. Dan saya mempercayai bahwa anggapan seperti ini sangatlah benar. Fisioterapi menggunakan non-invasive dan non-medical tool untuk membantu meningkatkan fungsi tubuh yang maksimal. Fisioterapis memfokuskan dirinya pada penanganan nyeri, mempercepat penyembuhan, mengembalikan fungsi dan gerakan, upaya fasilitasi dan adaptasi yang dihubungkan dengan cidera. Seorang fisioterapis juga memfokuskan dirinya pada ergonomis atau latihan body mekanik, fitness dan kebugaran. Untuk itu fisioterapi banyak berperan dalam sebagian besar kehidupan anda. Dari daftar beberapa kasus ini adalah alasan untuk mencari Fisioterapi:
· Nyeri leher dan nyeri punggung
· Arthritis pada beberapa sendi
· Kondisi patah tulang dan ortopedik
· Incontinentia (bowel & bladder)
· Gangguan keseimbangan dan keterbatasan gerak
· Kelelahan dan kecapekan
· Kondisi sebelum dan sesudah operasi
· Pemulihan kanker
· Fitness and kebugaran serta edukasi latihan dan penurunan berat badan
· Masalah dengan pernafasan dan peningkatan daya tahan jantung
· Permasalahan terhadap sendi lutut,pergelangan kaki dan kaki
· Permasalahan bahu, lengan serta pergelangan tangan
· Program sebelum dan sesudah kelahiran
· Rehabilitasi syaraf seperti latihan setelah stroke
· Perawatan bila terjadi luka bakar
· Sprain dan strain yang umum terjadi
· Cidera akibat kerja yang berakibat pada fisik
· Cidera olahraga



Sumber : http://seripayku.blogspot.com/2008/06/peran-fisioterapi.html

Sabtu, 31 Desember 2011

Pengaruh Botol Hasil Daur Ulang Terhadap Kesehatan

Belajar untuk menghindari plastik yang mengandung Bisphenol A atau BPA tampaknya seperti tugas yang menakutkan. Dengan mengambil beberapa detik untuk membaca label dan mencari tahu apa kode daur ulang yang telah diberi label di atasnya dapat membuat semua perbedaan.

Mengapa BPA buruk?
Bisphenol A adalah inhibitor endokrin.
Ok mari kita istirahat ini turun sedikit lebih jauh, dalam istilah awam, itu mengganggu proses dari sistem endokrin.

Apakah Sistem endokrin?
Sistem endokrin adalah serangkaian kelenjar dan organ yang memproduksi hormon yang mengontrol fungsi vital tubuh Anda.

Hanya untuk beberapa nama kelenjar dan organ yang terkait dengan fungsi endokrin adalah:
• Tiroid
• Perut
• Hati
• Pankreas
• Ginjal
• Kulit
• Jantung
• sumsum tulang
• Testis
• Rahim

Setiap fungsi utama dari tubuh manusia terikat pada sistem endokrin.
Anda tidak akan terkejut ketika saya memberitahu Anda bahwa BPA kontaminasi telah dikaitkan dengan Diabetes yang mempengaruhi Pankreas.

Jika informasi ini dapat mengkhawatirkan dan menakut-nakuti ini kencing keluar dari Anda?
Tentu saja!
Administrasi Makanan dan Obat telah Anda fokus dan khawatir tentang berapa banyak kalori dan gram lemak dalam item daripada bahan baku dan kontaminasi sekunder.
Sekarang Anda tahu sedikit lebih lanjut tentang BPA beracun mari kita bahas jenis-jenis plastik yang diproduksi.

Ada 7 tipe yang digunakan dalam menggambarkan jenis plastik, yang nomor 1-7.
 
Tipe 1
PET (Polyethylene Terephthalate)
Digunakan untuk membuat wadah penggunaan tunggal untuk barang-barang umum seperti botol soda, botol pakai air, minuman pengganti elektrolit, stoples makanan serta wadah kosmetik.

Tipe 2
HDPE (high density polyethylene)
HDPE digunakan untuk membuat item yang umum yang banyak digunakan seperti tas belanjaan, susu, dan wadah jus.

Tipe 3
PVC (Polyvinyl klorida)
PVC digunakan untuk membuat barang-barang seperti Selang Taman, Jaket Hujan, bingkai jendela, membungkus daging, dan pipa air.

Tipe 4
LDPE (Low Density Polyethylene)
Anda akan menemukan produk ini akan digunakan untuk paket roti, tas tugas berat, botol plastik dan bungkus makanan dpt diperas.

Tipe 5
PP (Polypropylene)
Kedokteran botol, sereal liners, sedotan dan kantong chip umumnya digunakan dengan PP.

Tipe 6
PS (Polystyrene)
Mereka menggunakan dunia ini luas dan Anda menemukan itu semua waktu di sisi jalan sebagai wadah makanan busa, karton telur, dan sendok garpu plastik. Hal ini hanya tidak pergi dan tidak ‘didaur ulang.

Tipe 7
Lain PC (Polycarbonate)
Ini adalah kelompok dimana mereka menyebut hal yang mereka tidak memiliki kategori untuk tapi item umum Bayi botol, pendingin air, bagian mobil, dll

Sumber: infofisioterapi.com

Gejala Atrofi Otot

Atrophia terjadi karena tidak digunakannya atau kurangnya latihan fisik. Pada kebanyakan orang, atrofi otot disebabkan oleh tidak menggunakan otot secara cukup. Orang yang berpindah-pindah pekerjaan, kondisi medis yang membatasi gerakan mereka, atau penurunan tingkat aktivitas dapat mengalami gangguan ini.

Selain itu, orang yang terbaring di tempat tidur orang falam jangka waktu tertentu dapat mengalami penurunan kekuatan otot. Demikian juga dengan para astronot yang jauh dari gravitasi bumi dapat mengalami gangguan ini.

Gejala : Tak mampu mengangkat beban atau gerak terbatas.

Perawatan:
Program olahraga (di bawah bimbingan seorang terapis atau dokter) sangat dianjurkan, termasuk latihan dalam air untuk mengurangi beban kerja otot. Selain itu adalah mengkonsumsi makanan bergizi.

Sumber: infofisioterapi

Daftar Isi

 
Design and Bloggerized by - Imam - Hasan - Firliika - qolbynq | Indonesia University | Mobile Version | Feedback